Selasa, 21 Juni 2016

BELAJAR "MATEMATIKA SEDEKAH" DARI USTAD YUSUF MANSUR...


Di usianya yang tergolong muda, kelahiran 19 Desember 1976, jadi usianya baru 30-an tahun pada 2007 ini, sosok Ustad ini memang layak untuk dipanggil Ustad atau Guru dalam ilmu Islam. Ya, inilah Ustad Yusuf Mansur, masih muda usia, tetapi "pamor" dirinya sudah menasional, bahkan mungkin sudah "go international".

Saya memang baru mengenal dia, pada saat ikut ke dalam kelompok atau majelis taklim binaannya. Dan, di Surabaya katanya baru pertama kali digelar majelis taklim binaannya ini. Dan, beruntung saya bisa ikut hadir di sana. Pada saat itu,Ustad Yusuf Mansur memberikan uraian menarik mengenai "Shodaqoh" atau"Sedekah".

Meskipun saya sudah tahu mengenai Keagungan Al-Qur'an, yang memberikan gambaran kepada kita, bahwa dengan sedekah ini, kita bisa memperoleh ampunan Allah, menghapus dosa, dan menutup kesalahan serta keburukan. Sedekah bisa mendatangkan ridha Allah, juga bisa mendatangkan kasih sayang dan bantuan Allah. Tetapi, dengan penjelasan sederhana tentang potensi kekuatan sedekah oleh Ustad Yusuf Mansur ini; benar-benar semakin membuka "mata-hati" saya, dan selama ini ternyata saya telah rugi besar, berkaitan dengan sedekah ini.

Ustad Yusuf Mansur memberikan ilustrasi yang sangat mudah dan "gamblang", bagaimana sebenarnya sistem sedekah ini bekerja. Ini sungguh luar biasa prima. Dengan tetap bergaya selayaknya "anak muda", maka ustad ini menunjukkan sekaligus mengingatkan ke setiap orang yang hadir, bahwa Allah sendiri telah menjanjikan, jika manusia mau bersedekah, maka Allah pasti akan menggantinya dengan jumlah minimal 10 (sepuluh) kali lipat. Dan, ini ada dasar hukumnya, yaitu tertulis di dalam Al-Qur'an Surat: 6, Ayat: 160, dimana Allah menjanjikan balasan 10 x lipat bagi mereka yang mau berbuat baik. Bahkan di dalam Al-Qur'an Surat: 2, Ayat: 261, Allah menjanjikan balasan sampai 700 x lipat.

Menurut ustad muda ini, dengan berpedoman pada Al-Qur'an tersebut, maka kita bisa membuat "hitung-hitungan" matematika, yang disebutnya sebagai MATEMATIKA DASAR SEDEKAH. Nah, inilah yang luar biasa prima itu. Matematika sedekah ini, sungguh sangat berbeda dengan ilmu matematika yang dulu pernah kita pelajari di sekolah...benar-benar berbeda.

Dia memberikan ilustrasinya sebagai berikut:

10 - 1 = 9 ... ini ilmu matematika yang biasa kita terima di sekolah dulu.

Tetapi ilmu Matematika Sedekah adalah sebagai berikut:

10 - 1 = 19 ... ini menggunakan dasar, bahwa Allah membalas 10 x lipat pemberian kita.

Sehingga kalau dilanjutkan, maka akan ketemu ilustrasi seperti berikut ini:

10 - 2 = 28

10 - 3 = 37

10 - 4 = 46

10 - 5 = 55

10 - 6 = 64

10 - 7 = 73

10 - 8 = 82

10 - 9 = 91

10 - 10 = 100

Nah, sungguh menarik bukan? Lihatlah hasil akhirnya. Kita tinggal mengalikan dengan angka 10, berapa pun yang kita sedekah kan atau kita berikan dengan ikhlas kepada orang lain yang membutuhkan bantuan kita. Ingatlah, balasan 10 x lipat dari Allah itu adalah balasan minimal. Dan, kita pakai balasan dari Allah yang minimal saja sebagai acuan berhitung, yaitu 10 x lipat, tidak usah berhitung yang 700 x lipat...nanti terlalu wah... Oleh karena itu, saya merasa rugi besar jika saya hanya mengeluarkan sedekah dengan jumlah minimal. Semakin banyak bersedekah, maka pasti semakin banyak penggantiannya dari Allah SWT. Tinggal kita yang mau membuka mata, bahwa pengembalian dari Allah itu bentuknya apa? Bukalah "mata hati" kita, selalu lah berpikir positif kepada Allah. Bukankah Allah berfirman, "Aku adalah sebagaimana yang diprasangkakan hamba-Ku kepada-Ku". Oleh karena itu, selalu lah berprasangka baik kepada Allah, maka Allah akan dengan serta merta menunjukkan KeMaha Kebaikan-Nya kepada kita. Allah pasti membalas kebaikan kita dengan balasan yang PAS, yang setimpal dengan amal perbuatan kita.

Ingat..logika manusia beda dengan logika Allah,,,^^
logika manusia ketika sedekah uangnya pasti berkurang, tapi logika Allah ketika manusia sedekah maka akan dilipatgandakan sesuai dengan yg di sedekahkan manusia.
yuk kita terus tingkatkan investasi kita untuk akhirat ^^

SEDEKAH MEMBUAT SEGALANYA MENJADI MUNGKIN


Dulu saya adalah orang yang Tidak bisa mempergunakan kepercayaan orang dengan baik, padahal banyak sekali orang yang percaya kepada saya, apalagi dalam urusan usaha. singkat cerita ... usaha saya berkembang pesat dengan menggunakan segala macam trik dan tipu daya, tapi akhirnya....... akibat dari perbuatan saya itu membuahkan sebuah problema hutang yang sangat besar, artinya saya terlilit hutang hingga ratusan juta yang menurut saya sudah tidak mungkin lagi untuk membayarnya, ditambah lagi tak ada satu pun usaha saya yang bisa dijalankan. semenjak itu saya stress berat.... tapi akhirnya saya lebih bisa mendekatkan diri kepada allah.... itu yang pertama saya syukuri. setelah itu saya mulai mendengarkan tausiyah nya Ust. Yusuf Mansur tentang keajaiban sedekah... singkat cerita saya mulai mencoba dan mencoba sedekah..... ajaibnya saya selalu mendapat jalan dan bantuan dari mana saja yang tak terduga-duga yang menurut saya sudah tidak mungkin lagi. lebih anehnya lagi saya mendapat kepercayaan untuk mengerjakan sebuah proyek dari salah satu perusahaan restoran besar di bandung, padahal mereka tidak pernah mengenal saya sebelumnya, dengan kepercayaan penuh mereka memberikan uang muka kepada saya untuk modal kerja. Alhamdulilah saya tidak lupa memotong uang muka tadi untuk sedekah. sekarang pekerjaan masih berlangsung. lagi-lagi keajaiban tiba.... saya sudah ditawari lagi proyek yang baru, padahal pekerjaan yang dulu aja belum selesai.... SUBHANALLAH...... Sekarang saya masih punya hutang, tetapi sudah semakin berkurang dan selalu diberi jalan oleh allah untuk mengatasinya. Percayalah wahai saudara.... dengan sedekah.... membuat yang asalnya tidak mungkin menjadi mungkin. 
(kisah mba aghie)

Demikian tulisan tentang keajaiban sedekah ini semoga bermanfaat bagi kita semua.

RAMADHAN INI, AKU BUKTIKAN MUKJIZAT SEDEKAH MEMANG ADA

Bismillahhirrohmannirrohim....


Assalamualaikum guys....Janji Allah SWT dalam Al-Qur’an bahwa Allah akan melipatgandakan sedekah kita menjadi 700 kali lipat itu memang benar adanya. Yuk kita simak salah satu ayat yang ada di dalam Al-Quran.

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah 2:261)


Ya memang sulit untuk sedekah dimana saat itu kita mungkin sedang krisis keuangan. Apalagi mahasiswa di "tanggal tua" yang katanya dimana saat-saat tanggal tidak ada pemasukan sama sekalibahkan yang ada hanya pengeluaran. Geng dong untuk meminta uang kepada orang tua. Apalagi menginjak di semester yang semakin tua ini, wahharus bisa lebih mandiri terutama dalam pengelolaan keuangan. Ya, saat itu dengan uang yang pas-pasan dan dilibatkan oleh segudang pembayaran dan pengeluaran lainnya, memang kalau dihitung, uang ini mungkin hanya cukup untuk 2 hari kedepan. Tapi dengan keyakinan yang sangan kuat dan sesuai dengan penjelasan dari ustads Yusuf Mansyur, logika kita sebagai manusia. Dimana disaat kita mengeluarkan uang pasti uang kita berkurang, tapi berbeda dengan logika dari Sang Maha Pemberi yaitu ketika sedekah maka rezekipun akan bertambah. Saat  itu dengan modal basmallah maka saya sedekahkan uang satu-satunya itu krpada orang yang benar-benar membutuhkan. Alhamdullillah dengan keyakinan yang kuat dan niat yang tulus, tak lama Allah yang super baiknya yang Maha Pemberi....aku pun mendapat kemudahan dan kelancaran dalam setiap aktivitasku serta tak lama kemudian Allah memberkan rezeki kepadaku bahkan 2kali libat dari pemasukanku biasanya^^



Sedekah itu tidak akan membuat kita miskin namun justru sebaliknya. Mukjizat sedekah itu memang ada, “Sedekah yang paling utama adalah sedekah pada bulan Ramadhan”. (HR Riwayat at-Tirmidzi). Semoga kita masih bisa terus berbagi dalam keadaan apapun ya guys. Amin ^^

SEDEKAH MEMBAWA KEBERKAHAN UNTUKKU

Sedekah bagaikan pohon yang selalu disiram hingga berbuah yang subur, begitupun manfaatnya dapat membawa keharmonisan dan rezeki yang terus mengalir. Mau tau keberkahannya... simak yuk!


SETIAP manusia sudah dijamin rezekinya oleh Allah. Ia tidak hanya rupiah tetapi pengertiannya sangat luas sekali baik kesehatan, ketenteraman jiwa, keturunan, isteri dan anak yang baik. 
Ada yang selalu mengeluh terhadap keadaan ekonomi kesehariannya, kerana sudah membanting tulang kesana-kemari mencari rezeki tetapi belum juga merubah nasibnya.

Sebagai hamba Allah yang beriman, anggaplah semua itu adalah cobaan serta rintangan agar menjadikan diri kita lebih bersabar dan terus berusaha.

Teruslah berusaha karena setiap kesuksesan pastinya memerlukan kerja keras yang terus-menerus.

Bersikap rido dan bertawakal agar Allah SWT. memberkati segala yang kita lakukan. Sesungguhnya Allah Maha Pemberi dan Pemurah atas rezeki untuk hamba-Nya.

Semua yang berlaku atas izin-Nya. Ketika seorang hamba berprasangka buruk kepada Allah, maka keburukanlah yang diterima.
Jika mereka bertawakal kepada Allah maka Allah pasti mencukupkan keperluannya. Perhatikan firman Allah berikut ini:
“Barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, maka Allah akan mencukupkannya (memelihara). Sesungguhnya Allah menyampaikan urusan-Nya. Sesungguhnya Allah mengadakan qadar (takdir) bagi setiap sesuatu.” (QS At-Taalaq: 3).

Namun taukah anda bahwa sikap memberi atau bersedekah mempunyai kelebihan dalam urusan mencari uang. Bahkan dapat membuka pintu rezeki lebih luas, kepada mereka yang melakukannya.
Amalan bersedekah penyubur kebaikan serta melipat gandakan rezeki seseorang hamba.

Allah berfirman sebagai berikut:
“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya pada jalan Allah, seperti sebutir benih yang tumbuh menjadi tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji, dan Allah melipat gandakan bagi siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (kurniaan-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah : 261).

Tertarikkah anda dengan janji Allah tersebut? Pastinya lah..., semua orang ingin hidup senang; mempunyai rumah yang luas, bermobil mewah, memakai pakaian cantik dan bercuti ke luar negri .

Namun fenomenalnya kehidupan masyarakat ada yang rendah adajuga diatas rata-rata. Tujuan kita hidup bukanlah untuk memenuhi nafsu tetapi kita perlu melihat kekurangan dan kesengsaraan orang lain.
Jika Allah ‘memberi’ pinjaman kekayaan kepada kita, maka gunakan kesempatan itu untuk melihat keindahan dari ciptaan Allah. Sebenarnya masih ada lagi yang memerlukan perhatian dan bantuan.

Justru jalankan amanah kekayaan yang Allah karuniakan itu, untuk membantu golongan memerlukan. Dalam rezeki Allah itu terdapat hak orang lain yang perlu dimanfaatkan.
Bersifat individualistik melambangkan seorang itu berhati kikir, sukar didekati dan orang banyak tidak menghormatinya.
Alangkah baik jika pendekatan mencari rezeki sambil menyumbang diterapkan dalam diri kita.
Sabda Rasulullah:
Tidaklah harta itu berkurang disebabkan oleh sedekah.” (Riwayat Muslim).

Dengan memberi tanpa pamrih dapat menjadi pembersih harta kita. Sedekah orang yang kurang hartanya lebih besar ganjarannya.

Allah berfirman:
“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengharapakan  sesuatu yang dinafkahkannya itu dengan menyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Allah. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Surah al-Baqarah ayat 262).

Apabila bersedekah, kita harus diiringi dengan perasaan gembira dan tidak boleh menyesal. Jika tidak mampu menyumbang harta, setidak-tidaknya berusaha menyumbang tenaga dan fikiran untuk mengajak orang sekeliling melakukan kebaikan. (Amar ma'ruf nahi munkar)

Rasulullah berkata dengan sahabat,  yaitu:
“Pada setiap Muslim tuntutan untuk bersedekah”, sahabat berkata: Bagaimana jika tidak mampu? Nabi menjawab: “Berusahalah dengan kedua tanganmu untuk menghasilkan perkara bermanfaat dan bersedekahlah.

Sahabat bertanya: Bagaimana jika masih tidak mampu? Nabi menjawab: “Carilah orang yang sangat memerlukan bantuan (dan bantulah semampumu).

Sahabat bertanya: Bagaimana jika masih tidak mampu? Nabi menjawab: “Ajaklah orang lakukan perkara kebaikan dan larang mereka dari kemungkaran.

Sahabat bertanya lagi: Bagaimana jika masih tidak mampu? Nabi menjawab: “Janganlah kamu lakukan perbuatan buruk, ia juga satu sedekah (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim).

Setidak-tidaknya, gerakkan diri kita bersedekah kepada ahli keluarga yang miskin dan memerlukan sebelum melaksanakannya kepada orang lain.

Menurut Ust. Miftahuddin sedekah dapat dibawa hingga mati.
“Rasulullah bersabda : “Apabila mati anak Adam maka terputuslah amalannya kecuali tiga, sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang soleh yang mendoakannya untuknya.”

“Dari hadis tersebut membuka peluang untuk kita mendapatkan bekalan sebelum mata tertutup selamanya. Jika kita sedekahkan al-Quran atau sejadah untuk kegunaan jemaah di masjid, selagi mana ia digunakan maka pahala tetap sampai kepada kita. Begitu juga apabila memberi makan, minum dan pakaian kepada anak yatim maka sudah tentu ganjarannya cukup besar,” katanya.

SEDEKAH KREATIF

      Jika ingin mendapat tambahan nikmat dari Allah SWT sang Maha penguasa jagat Raya hendaklah kita bersedekah. Bersedekah bisa dilakukan kapan saja, dimana saja dan dengan apa saja. Tidak perlu menunggu memiliki Rizki yang lebih atau memiliki uang yang banyak baru bersedekah. Kita bisa melakukan ibadah ini dengan apapun yang saat ini kita punya dan kita bisa. Niatkan hati untuk selalu Berbagi mulai saat ini.. karena Allah berjanji akan memberikan pahala yang berlipat ganda dan akan memberi kita tambahan Rizki yang berlipat ganda pula bagi siapa saja yang bersedekah. Allahpun berjanji jika dilakukan ikhlas karena Allah semata maka Allah akan mengganti apapun yang kita sedehkahkan dengan sesuatu yang lebih baik.

       Nah guys, artikel dibawah ini menarik. Saya mendapatkannya dari seorang teman di sebuah group para pencinta Al-Qur’an. Saya sangat berterima kasih pada penulisnya karena merasa di ingatkan. Bahwasannya ada banyak hal yang bisa kita lakukan jika ingin bersedekah. Berikut ini bentuk  macam-macam sedekah kreatif yang harus kita amalkan: 

  1. 1. Sempatkan untuk membuat atau menyiapkan 1 nasi bungkus dari rumah. Berikan pada yang menurut kita membutuhkan. Pedagang kecil. Pengemis. Orang gila. Pengamen. Anak terlantar dll. Tidak harus banyak. Misalkan 1 bungkus setiap harinya.
    Inilah Dua Puluh Macam Sedekah Kreatif
  2. 2. Laundry/cucikan Mukena secara berkala musholla yg ada disekitar lingkungan kita. Setiap mukena tersebut digunakan shalat, maka kita akan mendapatkan pahalanya juga.
  3. 3. Saat ke pasar cobalah membeli beberapa pasang sandal. Taruh di kantor atau musholla dan masjid untuk di gunakan ketika berwudhu.
  4. 4. Kumpulkan botol minuman plastik/ botol bekas shampoo etc. Rusak dulu. Misal patahkan tutup botolnya. Agar tidak disalahgunakan. Setelah banyak berikan ke pemulung
  5. 5. Beli kamper/pengharum baju. Taruh di kumpulan mukena di masjid/musholla yg kita singgahi. Hal ini mungkin kecl tapi manfaatnya besar.
  6. 6. Usahakan untuk tidak menawar saat membeli sesuatu dari pedagang kecil. Jika memungkinkan beri uang yang lebih untuk mereka. 
  7. 7. Saat beretmu pedagang kecil atau tukang asongan, Beli tissue atau keperluan yg remeh temeh dari mereka. Beli sesuatu dari mereka seperti tissue Rp. 2000, permen,ikat rambut atau peniti akan membuat mereka senang.
  8. 8. Saat menjelang Hari Raya Idul fitri, Cobalah membuat seBungkus kado atau parcel yang berisi perlengkapan shalat (Mukena, sarung, sajadah, kopiah, Al Qur'an. Berikan ke satpam komplek, tetangga yang kurang mampu, tukang kebersihan komplek atau office boy dikantor. Minimal 1 parcel senilai 100ribu saja. Insya Allah kita akan mendapatlkan pahala yang terus menerus. Jika yang kita berikan digunakan untuk beribadah.
  9. 9. Selalu siap jika dimintai tolong oleh siapapun minimal kita membantu dengan tenaga jika sedekah materi belum bisa kita lakukan
  10. 10. Membayar lebih ketika naik angkot yang supirnya kakek2 atau bapak –bapak tua.
  11. 11. Berikan tips lebih buat ibu/abang ojek online kalo kira-kira jaraknya jauh dan juga kondisi mereka yg kira2 memprihatinkan (tua misalnya)
  12. 12. Rutin mensortir mainan anak-anak kita. Buy 1 give 1. Ketika beli mainan baru harus ada 1 mainan yang disedekahkan. Ajari dan ajak anak kita ketika memberi mainan tersebut ke temannya atau panti asuhan
  13. 13. Ketika makan di kaki lima ada pengemis atau anak terlantar belikan mereka seporsi makanan seperti yang kita makan (mungkin sekitar 15ribuan seporsi nasi uduk ayam goreng atau roti bakar)
  14. 14. Tawarkan teman kita yang searah rumahnya. Jika kita bawa kendaraan. Tapi ingat tidak dianjurkan menawarkan ajakan bagi lawan jenis, hal ini untuk menghindari fitnah.
  15. 15. bongkar lemari kita, sumbangkan baju layak yang mungkin sudah tidak kita kenakan lagi. Atau sedekahkan beberapa potong baju lama saat kita membeli baju yang baru.
  16. 16. Membeli minimal 1 dust air kemasan, simpan di mushola atau majlis ta’lim di dekat rumah kita. Minimal seminggu sekali.
  17. 17. Membantu tetangga saat mereka membutuhkan bantuan kita. Jika punya makanan banyak berbagilah dengan mereka.
  18. 18. Jika ada tetangga yang sakit, jenguklah dan jika mereka keluarga yang kurang mampu sisihkan uang kta untuk tambahan biaya berobat mereka.

KEUTAMAAN SEDEKAH

1. Orang-orang yang bersedekah akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT.

Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahalanya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak“. (QS. Al-Hadid: 18)
Dalam sebuah hadits Qudsi dikatakan yang artinya “Barang siapa berniat untuk bersedekah, kecepatan Allah membalasnya lebih dari gerakan sedekahnya“.
Allah berfirman yang artinya: “Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (shodaqoh) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (anugrahNya) lagi Maha Mengetahui“. (QS. Al-Baqoroh: 261)
2. Sedekah dapat menghapuskan dosa-dosa

Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api“.(HR. At-Tirmidzi).
Akan tetapi, bukan berarti dosa-dosa akan terhapuskan begitu saja tanpa disertai dengan taubat dan perbuatan yang baik.  Seperti halnya orang-orang yang mendapatkan hartanya dari jalan yang salah atau diharamkan (tidak halal), harta yang diperoleh dari hasil riba ataupun perbuatan ma’siat. Tentu tidak akan dapat menghapuskan dosa-dosa yang dimiliki.
3. Sedekah dapat memisahkan diri dari neraka
Bersedekahlah kamu sekalian, karena sesungguhnya sedekah itu pemisah dari neraka“.
Bersedekah itu tidak hanya harta, jika memiliki makanan, pakaian, atau hal apapun yang bisa bermanfaat untuk orang lain juga termasuk sedekah.
Nabi bersabda: “Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma“. (Muttafaqun ‘alaih)
4. Orang yang bersedekah akan mendapat naungan pada hari akhir
Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, maka ia menyembunyikan amalnya itu sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya“. (HR. Bukhari)
5. Sedekah dapat memadamkan panasnya alam kubur
Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya sedekah itu benar-benar akan dapat memadamkan panasnya alam kubur bagi penghuninya, dan orang mukmin akan bernaung dibawah bayang-bayang sedekahnya“. (HR. At-Thabrani)
6. Sedekah merupakan salah satu amal yang tidak putus sampai mati
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi SAW bersabda: “Apabila anak cucu Adam itu mati, maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga perkara yaitu: Shodaqoh jariyah, anak yang sholeh yang memohonkan ampunan untuknya (Ibu dan bapaknya) dan ilmu yang berguna setelahnya“.
7. Sedekah dapat memanjangkan umur
Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk (su’ul khotimah), Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri“. (HR. Thabrani).
Dalam sebuah hadits dikatakan:“ Sesungguhnya didalam sedekah-sedekah itu ada lima perkara:
        1. Sedekah itu bisa menambah harta kekayaan mereka;
        2. Menjadi obat penyakit;
        3. Allah akan menghindarkan bahaya dari mereka;
        4. Mereka akan melewati jembatan shiratal mustaqim seperti halilintar yang menyambar
        5. Mereka akan masuk kedalam surga tanpa dihisab dan disiksa”.
8. Sedekah dapat menambah harta kekayaan
Jangan takut berkurang rezekinya karena bersedekah. Karena sedekah itu akan meluaskan , melapangkan dan membuka pintu rezeki. Nabi bersabda: “Tidak akan berkurang rezeki orang yang bersedekah, kecuali bertambah, bertambah dan bertambah“.
Allah SWT berfirman dalam QS. Saba ayat 39: “Apapun harta yang kalian infakkan maka Allah pasti akan menggantikannya, dan Dia adalah sebaik-baik pemberi rezeki“.
9. Sedekah dapat mengobati penyakit 
Dengan bersedekah InsyaaAllah dapat menyembuhkan berbagai penyakit hati. Karena sedekah itu dapat membersihkan hati dan pikiran, dan atas seizinNya Allah akan ringankan dan menyembuhkan penyakit-penyakit orang-orang yang gemar bersedekah. Rasulullah SAW bersabda: “Obatilah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan bersedekah“.
10. Sedekah dapat menghindarkan dari segala bala’ (marabahaya)
Sedekah itu merupakan penolak bala’, penyubur pahala, menahan musibah dan kejahatan serta rezeki yang dilipat gandakan oleh Allah SWT. Rasulullah saw bersabda: “Bersegeralah untuk bersedekah. Karena musibah dan bencana tidak bisa mendahului sedekah“.
Dari nabi SAW bersabda: “Asshodaqotu tasuddu sab’iina baaban minas suu-i” artinya: “Shodaqoh itu menutup tujuh puluh pintu kejahatan“.

11. Orang yang bersedekah akan melewati jembatan shiratal mustaqim dengan cepat
Jembatan shiratal mustaqim itu bagaikan rambut terbelah menjadi tujuh yang tajamnya melebihi silet, lebih tajam dari pedang, licin dan berduri. Jembatan ini berujung pada surga dan dibawahnya adalah neraka. Tidak sedikit manusia yang bisa melewatinya hanya dengan kedipan mata, seperti halilintar yang menyambar. Oleh karenanya, perbanyaklah bersedekah karena sedekah merupakan salah satu perbuatan dan amalan yang dapat menyelamatkan manusia pada hari akhir.
12. Orang yang bersedekah akan dimasukkan kedalam surga tanpa hisab dan siksa
Sedekah yang dimaksud adalah sedekah yang penuh keikhlasan, tidak diumbar-umbar dengan sifat kesombongan dan niatnya hanya karena Allah ta’ala. InsyaaAllah, akan membukakan pintu surga bagi orang-orang yang gemar bersedekah karna Allah. Ada empat macam pembalasan sedekah, yaitu:
  1. Sedekah yang dibalas dengan sepuluh kali lipat ialah sedekah yang diberikan kepada para fakir miskin;
  2. Sedekah yang dibalas dengan tujuh puluh kali lipas ialah sedekah yang diberikan kepada sanak famili;
  3. Sedekah yang dibalas dengan tujuh ratus kali lipat ialah sedekah yang diberikan kepada teman-teman;
  4. Sedekah yang dibalas dengan seribu kali lipat ialah sedekah yang diberikan kepada para penuntut ilmu.

RAHASIA SEDEKAH


RAHASIA SEDEKAH : Rp. 1.500,- = Rp. 600.000,- (matematika Allah)
Jum’at lalu, saya berangkat ke kantor dengan dada sedikit berdegub. Melirik ukuran bensin di dashboard motor, masih setengah. “Yah cukuplah untuk pergi pulang ke kantor”.

Namun, bukan itu yang membuat dada ini tak henti berdegub. Uang di kantong saya hanya tersisa seribu rupiah saja. Degubnya tambah kencang karena saya hanya menyisakan uang tidak lebih dari empat ribu rupiah saja di rumah. Saya bertanya dalam hati, “makan apa keluarga saya siang nanti?” Meski kemudian buru-buru saya hapus pertanyaan itu, mengingat nama besar Allah yang Maha Melindungi semua makhluk-Nya yang tawakal.

Saya berangkat, terlebih dulu mengantar si sulung ke sekolahnya. Saya bilang kepadanya bahwa hari ini tidak usah jajan terlebih dulu. Alhamdulillah ia mengerti. Soal pulangnya, ia biasa dijemput tukang ojeg yang –sukurnya- sudah dibayar di muka untuk antar jemput ke sekolah.

Sepanjang jalan menuju kantor saya terus berpikir, dari mana saya bisa mendapatkan uang untuk menjamin malam nanti ada yang bisa dimakan oleh isteri dan dua putri saya. Urusan besok tinggal bagaimana besok saja, yang penting sore ini bisa mendapatkan sesuatu untuk bisa dimakan.

Tiba di kantor, tiba-tiba saya mendapatkan sebungkus mie goreng dari seorang rekan kantor yang sedang milad (berulang tahun). Perut saya yang sejak pagi belum terisi pun mendesak-desak untuk segera diisi. Namun saya ingat bahwa saya tidak memiliki uang selain yang seribu rupiah itu untuk makan siang. Jadi, saya tangguhkan dulu mie goreng itu untuk makan siang saja.

Sepanjang hari kerja, terhitung dua kali saya menelepon isteri di rumah menanyakan kabar anak-anak. “sudah makan belum?” si cantik di seberang telepon hanya menjawab, “Insya Allah,” namun suaranya terasa getir. Saat itu, anak-anak sedang tidur siang.

Pukul lima sore lebih dua puluh menit saya bergegas ke rumah. Sebelumnya saya sudah berniat untuk menginfakkan seribu rupiah di kantong saya jika melewati petugas amal masjid yang biasa ditemui di jalan raya. Sayangnya, sepanjang jalan saya tidak menemukan petugas-petugas itu, mungkin karena sudah terlalu sore. Akhirnya, sekitar separuh perjalanan ke rumah, adzan maghrib berkumandang. Motor pun terparkir di halaman masjid, dan seketika mata ini tertuju kepada kotak amal di pojok masjid. “bismillaah…” saya masukkan dua koin lima ratus rupiah ke kotak tersebut.

Usai sholat, setelah berdoa saya meneruskan perjalanan. Tapi sebelumnya, tangan saya menyentuh sesuatu di kantong celana. Rupanya satu koin lima ratus rupiah. Kemudian saya ceploskan lagi ke kotak amal yang sama.

Sesampainya di rumah, isteri sedang memasak mie instan. Semangkuk mie instan sudah tersaji, “kita makan sama-sama yuk…” ajak si manis. Kemudian saya bilang, “abang sudah kenyang, biar anak-anak saja yang makan”. Anak-anak pun lahap menyantap mie instan plus nasi yang dihidangkan ibu mereka. Rasanya ingin menangis saat itu.

***

Keesokan paginya, isteri menggoreng singkong untuk sarapan. Alhamdulillah masih ada yang bisa dimakan. Sebenarnya hari itu masih punya harapan. Seorang teman isteri beberapa hari lalu meminjam sejumlah uang dan berjanji mengembalikannya Sabtu pagi. Namun yang ditunggu tidak muncul. Bahkan ketika terpaksa saya harus mengantar isteri menemui temannya itu, pun tidak membuahkan hasil.

Tiba-tiba telepon saya berdering, “Pak, saya baru saja mentransfer uang satu juta rupiah ke rekening bapak. Yang empat ratus ribu untuk pesanan 20 buku bapak yang terbaru. Sisanya rezeki untuk anak-anak bapak ya…” seorang sahabat dekat memesan buku karya saya yang terbaru.

Subhanallah, Allahu Akbar! Saya langsung bersujud seketika itu. Saya hanya berinfak seribu lima ratus rupiah dan Allah membalasnya dengan jumlah yang tidak sedikit. Ini matematika Allah, siapa yang tak percaya janji Allah? Yang terpenting, siang itu juga saya buru-buru mengeluarkan sejumlah uang dari yang saya peroleh hari itu untuk diinfakkan.

***

Saya bersyukur tidak memiliki banyak uang maupun tabungan untuk saya genggam. Sebab semakin banyak yang saya miliki tentu semakin berat pertanggungjawaban saya kepada Allah. 

SEMPAT LUPA SEDEKAH

 

 
lupa
Begitulah sifat manusia. Saat diberi kemudahan, ia kerap lupa. Apa yang menjadi faktor munculnya kemudahan justru ia lupakan. Jadilah Allah mengingatkan hamba pelupa itu dalam bentuk berkurangnya pendapatan. Hamba itu bernama: Eko Setiawan (29), seorang dokter.
dr. Eko, sapaan akrabnya, tidak akan pernah lupa kelalaian akibat terlena oleh kenyamanan hidup (comfort zone) yang dirasakannya.
Sebagai manusia, dr. Eko terbilang beruntung. Setahun setelah diwisuda sebagai sarjana kedokteran oleh Universitas Trisakti, tahun 2005, dr. Eko diterima bekerja di Rumah Sakit Bhakti Asih, Ciledug, Kota Tangerang. Sebagai dokter muda, ia ditugaskan di luar RS sebagai dokter jaga sebuah klinik. Tidak sampai sebulan, dr. Eko ditarik ke dalam. Ia menangani UGD, juga pasien-pasien rawat inap.
Untuk ukuran seorang dokter yang baru lulus, dr. Eko merasa itu sebagai hal yang luar biasa. Jarang dokter, dalam hitungan minggu langsung mendapat amanah tugas yang lebih tinggi.
Sebagai rasa syukurnya, dr. Eko rajin menyisihkan sebagian pendapatannya. Pada awalnya, ia sisihkan pendapatannya 2,5 persen dari pendapatan total tiap bulannya, untuk disalurkan ke masjid-masjid, peminta-minta, atau pun ke panti-panti.
Tapi ternyata, situasi yang nyaman membuat dr. Eko terlena. Sekitar satu tahun berjalan, dr. Eko mulai lupa menyisihkan pendapatannya. Atau kalaupun harus disedekahkan, itu jika ada lebih. “Saya akui pernah terlena. Kewajiban sedekah itu saya nomor sekiankan setelah uang saya pakai untuk berbagai kebutuhan,” aku anak sulung dari tiga bersaudara ini.
Akibatnya fatal. Selama setahun lupa diri, ia menghadapai kenyataan: pendapatannya tidak bertambah. Malah, semakin menurun baik secara kualitas maupun kuantitas. “Jadi kalau saya punya uang satu juta, tetap nilainya tak bertambah. Berbulan-bulan, padahal kebutuhan belanja dan nilai barang terus naik. Hal ini mengakibatkan perasaan kurang terus menghantui saya,” tuturnya.
Sampai setahun berselang, dr. Eko merasakan sumber-sumber rezeki terasa seret, mampet. Nilai pendapatannya pun merosot sampai 60 persen! Dr. Eko pun bingung, apa yang terjadi dengan dirinya?
Ia pun berusaha instropeksi. Ia ingat kebiasaan sedekahnya yang mulai ia abaikan. “Mungkin kebiasaan itu yang mulai saya lupakan,” ujar dr. Eko.
dr. Eko mulai lagi membiasakan diri memprioritaskan sedekahnya. Sebelum uang dibelanjakan, ia sisihkan dulu minimal 2,5 persen. Dan gampang diduga, kehidupan dr. Eko kembali seperti semula: tenang dan karir berjalan lancar, bahkan terus meningkat. “Rezeki saya datang dari arah yang terkadang sama sekali tidak saya duga,” tuturnya.
Bahkan ada kejadian membuktikan bahwa Allah mempermudah segala persoalan yang datang menghampirinya. Sebagai contoh ketika dr. Eko punya hajat yakni mengadakan Senam Massal di Kota Tangerang. Acara itu mengundang para pejabat tinggi Kota Tangerang, seperti Walikota, Wakil Walikota, dan Sekretaris Daerah. Tetapi sayangnya, mereka menyatakan minta maaf karena tidak bisa menghadiri Senam Massal itu.
Tak putus asa. Kepada Timnya, dr. Eko menyarankan agar tetap mengupayakan para pejabat itu hadir. “Caranya, selain membujuk mereka supaya datang, kami mengajak tim berdoa,” katanya. dr. Eko sendiri melakukan upaya munajat dan sedekah. Itu dilakukan agar Allah ridho dengan hajat yang sedang ia jalankan. “Kepada Allah, saya bersedekah, sebagai semacam uang muka, saya sampaikan agar Dia ridho dan memperlancar segala hajat saya itu,” katanya.
Hasilnya memang ajaib. Doa dan usaha berjalan seiring, tak ada alasan bagi Allah untuk mengabulkan keinginan dr. Eko. Pas hari H, semua pejabat Kota Tangerang, mulai dari pejabat tingkat yang paling rendah sampai paling tinggi, datang. “ Ini benar-benar miracle buat saya. Saya sangat bersyukur, dan sejak saat itu keyakinan akan keajaiban sedekah semakin menguat,” tandas anak dari pasangan Haji Edi Mawardi (55) dan Hj. Neneng Yoyoh (50) ini.
Di mata dr. Eko, sungguh benar teori bahwa 1-1 tidak selamanya sama dengan nol. Berdasarkan teori sedekah Ustadz Yusuf Mansur, 1-1 bisa  sama dengan 10. “Teori itu betul, saya mengalaminya sendiri,” katanya.
Ia juga masih ingat, bahwa sedekah itu ilmu yang paling tinggi, karena di dalamnya mensyaratkan adanya ikhlas. “Ikhlas itu sesuatu yang sangat berat diwujudkan. Bayangkan saja, melepaskan harta yang sangat kita cintai, sungguh pekerjaan yang pasti sulit bagi para pecinta dunia.”

OMZET TURUN, HAJAR DENGAN SEDEKAH

 

Hendi Setiono

Bila Anda menjumpai mobil Nissan X-Trail dengan plat nomor cantik: K 38 AB, itulah mobil Hendi Setiono. Plat nomor yang sepintas terbaca KEBAB itu sengaja dipesan untuk merenguhkan kesuksesan Hendi sebagai pengusaha kebab.
Ya, Hendi adalah pendiri sekaligus presiden direktur PT Baba Rafi Indonesia, produsen kebab Turki cap ‘’Baba Rafi’’. Outlet makanan racikan Timur Tengah ini berjumlah sekitar 350, tertata sejak di pinggir jalanan ibukota hingga pelosok Ambon, Maluku, dengan kantor pusat di Nginden, Surabaya, dan Pondok Labu, Jakarta Selatan. Karyawannya mencapai 700 orang, 200 diantaranya berpendidikan S1 hingga S2. Omzetnya puluhan miliar, dan 25% di antaranya masuk kantong Hendi sebagai laba bersih. Kebabnya juga menjangkau Malaysia, lewat bendera Baba Rafi Malaysia Sdn Berhad.
Hendi memulai bisnisnya di usia 20 tahun setelah men-DO-kan diri Jurusan Teknik Informatika ITS. Modalnya Rp 4 juta. ‘’Duit pinjaman arek-arek dan saudara,” katanya. Tentu tidak jrenglangsung sukses seperti sekarang. ‘’Saya pernah jatuh bangun, bakan berdarah-darah.”
Baru dua pekan berjualan kebab dengan satu gerobak di kawasan Nginden, Surabaya, rekan kerjanya jatuh sakit. Terpaksa Hendi jualan sendiri. “Ndilalah, hari itu hujan deras, jadi sepi pembeli,” kenangnya.
Untuk menghibur diri, hasil jualan hari itu dia belikan makanan di warung sebelah gerobaknya. “Di sana ada warung sea food. Saya pesan. Eh, saat membayar, ternyata harganya lebih mahal daripada hasil jualan saya. Jadi, malah tekor,” Hendi terbahak.
Orangtuanya sempat shock melihat kelakuan Hendi. Tapi, sang anak terus berusaha membuktikan bahwa keputusannya benar. Takdir pun berpihak padanya.
Setahun pertama setelah masa trial and error, Hendi mengaku berpenghasilan bersih Rp 20 juta per bulan. “Wah, yo rasanya sudah seneng banget. Baru umur 20 tahun, penghasilan sudah Rp 20 juta sebulan,” ceritanya.
Dari penghasilannya di beberapa bulan pertama, Hendi mampu membeli sebuah motor Yamaha Mio. “Ke mana-mana saya pakai motor itu,” kenangnya.
Kini, Hendi yang nominator Asia’s Best Entrepreneur Under 25 versi Majalah BusinessWeek, mengendarai Harley-Davidson. ‘’Badan saya kan sudah melar,’’ dia bilang.
Selain itu, Hendi punya dua rumah. Satu di Jakarta dan satu lagi di kawasan elite Perumahan Bumi Galaxy Permai, Surabaya.
Ia mengungkapkan, dulu sewaktu kuliah sangat mengidamkan punya rumah besar di Bumi Galaxy Permai. Ia berkisah, ‘’Dulu setiap pulang dari kampus menuju rumah di Semolowaru, saya selalu melewati kawasan perumahan itu. Saya sering mampir sejenak di perumahan elite itu, sampai kenal dengan para satpam di sana.’’
Dari sanalah Hendi yakin bakal mampu memiliki sebuah rumah di Bumi Galaxy Permai.
Apa rahasia kesuksesannya?
Salah satu ‘’10 Tokoh Pilihan 2006’’ versi majalah Tempo ini menyebut satu amalan penting: sedekah. Ini pun bukan sembarang sedekah, melainkan jurus sedekah khas Wisatahati asuhan Ustadz Yusuf Mansur.
“Saya yakin istilah ‘inden rezeki’. Orang biasanya membayar zakat 2,5 persen dari keuntungan. Saya membaliknya, sebelum ada untung, harus bayar zakat dulu,” ungkap Hendi yang rutin bersedekah ke tujuh yayasan yatim-piatu. “Pokoknya, kalau omzet turun, kita hajar dengan sedekah,” ia menegaskan.
Dengan kesadaran itu pula, Hendi hampir tak pernah menghambur-hamburkan uang untuk hobi yang hedonis semisal clubbing di tempat hiburan malam.
“Kalau jalan-jalan ke mal, itu rutin. Tapi, saya dan keluarga tidak konsumtif. Paling-paling hanya lihat tren fashion saat ini untuk diterapkan ke bisnis saya. Misalnya, untuk desain pakaian karyawan dan outlet-outlet,” ujar pria kelahiran 30 Maret 1983 ini.
Ingin lebih banyak membantu sesama, bapak dari Rafi Darmawan, Reva Audrey Sahira, dan Ready Enterprise ini lebih suka memakai uangnya untuk melebarkan sayap bisnis. Misalnya, dia kini merintis gerai Roti Maryam Aba-Abi, roti khas Timur Tengah. Sekarang sudah puluhan outlet di Jawa Timur.
Salah satu ‘’Duta Mandiri’’ ini juga mendirikan Baba Rafi Palace. Sudah ada dua pondokan megah yang disewakan di Surabaya. “Di Siwalankerto, ada 18 kamar dengan tarif Rp 700 ribu per bulan per kamar. Lalu di Prapanca ada 16 kamar, tarifnya Rp 1,2 juta per bulan,” ia mengungkapkan.
Hendi pun sedang mengkreasi produk baru, Piramida Pizza. Yakni inovasi pizza yang ditempatkan bukan di loyang tapi dalam cone. Sehingga, pizza ini bisa dinikmati di perjalanan seperti es krim.

BELAJAR SEDEKAH

 

sedekah 10

Assalamualaikum wr. wb.
Temen-temen semua, kalau pengen dunia, ada yang punya lho dunia itu. Siapa? tentunya Allah SWT.
Jangan ragu minta, jangan ragu. Deketin Allah. Deketin Yang Punya Dunia. Jangan ninggalin Dia. Jangan ninggalin Allah.
Deketin. Deketin dengan sempurna. Apa yang jadi perintahnya maka jalabkanlah.
Kan sama aja kita dateng ke seseorang, terus kata orang itu, “tolong ya pak, rekening listriknya, rekening korannya, nanti juga fotocopy, dan segala macem, tolong dilampirkan di permohonan saudara.”
Naaah, ke Allah gitu juga. Allah nyuruh shalat, sedekah, puasa, zakat, dzikir, istighfar.. Penuhin. Terus, minta gapapa, minta sama Allah gapapa. Silakan.
Yuk kita sama-sama belajar...penuhi semua perintahNya, maka Allah memenuhi kemauan kita =)

KEMULIAAN SEDEKAH

 

zakat

Bulan Ramadhan ini sebagai tempat belajar dan berlatih agar kita bisa beribadah di bulan-bulan selanjutnya. Sebagaimana kita berpuasa, shalat, tadarus Al Quran, tarawih dan bersedekah di bulan yang mulia ini. Termasuk, menyediakan hidangan berbuka maupun sahur.
Kemudian, bertemulah kita dengan hari kemenangan umat Muslim. Rasulullah SAW bersabda,
“Bagi orang yang melaksanakan puasa, ada dua kebahagiaan. Yaitu, kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat bertemu dengan Rabbnya.” (Muttafaq’alaih).
Ramadan merupakan tempat yang memiliki quantum amal. Rasulullah SAW adalah manusia paling dermawan setiap saat. Bahkan, saat Ramadan pun beliau lebih dermawan. Beliau bersabda,
“Sedekah yang paling utama adalah sedekah pada bulan Ramadhan.” (HR.Tirmizi)
Oleh karenanya, kesempatan kita untuk berbuat baik sangat terbuka lebar. Dari, Shaum, Qiyamulail, Itiqaf, menghidupkan Lailatu Qadar, dzikit, doa dan istighfar. Lebih luar biasa, apabila kita juga mengajak orang lain. Maka, pahala pun akan berlimpah.
Mengingat, setiap kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipatnya. Oleh karena itu, jangan menunda sedekah. Karena juga akan menunda rezeki dari Allah Ta’ala. Semakin cepat bersedekah semakin cepat Allah membalasnya.

MOTIVASI SEDEKAH

 

kantong uang
                                                            oleh Anwar Sani
Dalam bersedekah, jangan ngukur isi kantong kita, tapiiii.. ukurlah berapa besar karunia Allah yang akan dianugerahkan kepada kita.
Allah bisa lipatgandakan 10 kali, 100 kali, 700 kali lipat, bahkan juga bisa tak terhingga. Sudah banyak yang membuktikan kehebatan, keajaiban, kekuatan sedekah.
Bahkan disaat kita sudah merasakannya, “Don’t Stop“. Jangan berhenti.. Teruskan.. Lanjutkan.. Ajak temen, sodara, tetangga, followers untuk bersedekah, maka sedekah kita akan jadi Quantum.
Bisa jadi kita takut untuk mengulanginya lagi, yaitu sedekah terbaik, karena Allah sudah menggantinya. Maka, janganlah berhenti. Kekayaan Allah tidak ada batasnya. Allah yang mengatur rizki untuk kita.
Siapkah kita nerima rizki banyak atau sedikit? Saat kita royal dengan Allah, maka Allah royal dengan kita.
Jangan beranggapan bahwa zakat, infaq atau sedekah menjadi beban buat kita, karena harta kita berkurang. Zakat, infaq atau sedekah justru menjadi kesempatan emas buat kita dalam pengabdian kepada Allah SWT.
Selamat menunaikan Zakat dan Sedekah dengann sebaik-baiknya. Insya Allah berkah dunia akherat.

MEMBELI KESUKSESAN DENGAN SEDEKAH

“Mengapa seseorang selalu merasa kurang secara penghasilan? Mungkin karena ia kurang sedekah!” buka Ustad Yusuf Mansur malam itu. Beliau melirik sekelilingnya. Wajah-wajah muda, dengan tatapan penuh semangat tengah duduk mengelilinginya. Mereka adalah 20 besar kontestan eliminasi Mimbar Dai TPI. Mereka tekun menyimak penuturan ustad pendiri Wisata Hati Coorporation itu. Malam itu, tanggal 12 Juli 2005, Ustad Yusuf mendapat kesempatan memberikan pembekalan atau pelatihan bagi para dai muda di Asrama Haji Pondok Gede, Bekasi. Acara yang diselenggarakan habis Isya sampai pukul 21.00 itu, berlangsung cukup seru. Dilengkapi beberapa games, salah satunya berupa simulasi dengan selembar kertas, yang mengundang tanya peserta. Banyak orang yang memiliki penghasilan besar, namun selalu merasa tidak cukup. Bahkan tidak jarang pengeluaran mereka lebih besar dari penghasilan yang didapat. Mungkin diri kita pernah merasakan demikian. Maka instropeksilah, mungkin sedekah yang kita keluarkan terlalu sedikit, sehingga berkah yang Allah berikan juga sekedarnya. Padahal dalam surat Al An’am ayat 160, Allah sudah janji akan melipatgandakan pahala sampai 10 kali lipat bagi mereka yang berbuat kebaikan. Jadi sebetulnya kita tak perlu ragu untuk menyisihkan penghasilan bagi mereka yang membutuhkan. 1 – 1 = 10, itulah ilmu sedekah. Banyak kejadian dibalik fenomena keajaiban sedekah.

Dalam kesempatan tersebut, Ustad Yusuf memaparkan beberapa kisah yang Insya Allah mampu meningkatkan keyakinan kita, bahwa Allah pasti akan meliptrgandakan pahala-Nya, bila kita sedekah. Contohlah sebuah kisah tentang seorang supir yang mengeluh karena gajinya terlalu kecil.
“Supir ini datang ke Klinik Spiritual dan Konseling Wisata Hati. Dia bilang gajinya cuma 800 ribu, padahal anaknya lima! Ia ingin gajinya jadi 1,5 juta!” ujar Ustad Yusuf sambil duduk bersila di permadani.
Dengan bijak, Ustad Yusuf mengajak supir itu mensyukuri terlebih dahulu apa yang telah didapatkannya selama ini. Kemudian ia menunjukkan surat Al An’am 160 dan surat 65 ayat 7, mengenai anjuran bagi yang kaya untuk membagi kekayaannya dan yang mampu membagi kemampuannya.
Supir itu lantas bertanya,”Kapan ayat-ayat itu dibaca dan berapa kali, Ustad?” “Nah, inilah kelemahan orang kita,” potong Ustad Yusuf sejenak, “Qur’an hanya untuk dibaca!”
Agak kesal dengan pertanyaan sang supir, Ustad Yusuf menyuruhnya segera berdiri. Kemudian ia bertanya, ”Maaf… boleh saya tanya pertanyaan yang sifatnya pribadi? ”Supir itu mengangguk. “Nggak bakal tersinggung?” Kembali supir itu mengangguk. “Bawa duit berapa di dompet?” desak Ustad Yusuf. Supir itu mengeluarkan uangnya dalam dompet, jumlahnya seratus ribu rupiah. Langsung Ustad Yusuf mengambilnya. “Nah, uang ini akan saya sedekahkan, ikhlas?”
Supir itu menggaruk-garukkan kepalanya, namun sejurus kemudian mengangguk dengan terpaksa. “Dalam tujuh hari kerja, akan ada balasan dari Allah!” “Kalau nggak, Ustad?” “Uangnya saya kembaliin!”
Mulailah sejak itu ia menghitung hari. Hari pertama tidak ada apa-apa, demikian pula hari kedua, bahkan pada hari ketiga uangnya hilang sejumlah 25 ribu rupiah. Rupanya ketika ditanya Ustad Yusuf tempo hari, sebenarnya ia bawa uang 125 ribu rupiah, namun keselip.
Pada hari keempat supir itu diminta atasannya untuk mengantar ke Jawa Tengah. Selama empat hari empat malam mereka pergi. Begitu kembali, atasannya memberikan sebuah amplop, “Ini hadiah istri kamu yang kesepian di rumah,” begitu katanya.
Ketika amplop itu dibuka, Subhanallah…. Jumlahnya 1,5 juta rupiah. Para dai muda yang menyimak cerita itu terkagum-kagum.
Kemudian ustad Yusuf bertanya, “Siapa yang belum nikah?” serentak hampir semua peserta mengacungkan tangan dengan semangat, seraya bergurau. “Nah, selain untuk memanjangkan umur, mengangkat permasalahan, sedekah juga mampu membuat orang yang belum kawin jadi kawin, dan yang udah kawin…” “Kawin lagi???” jawab beberapa peserta, kompak! Ustad Yusuf tertawa, “Yang udah kawin… makin sayang…”
Lalu mengalunlah sebuah cerita lain. Ada seorang wanita berusia 37 tahun yang belum menikah mengikuti seminarnya. Setelah mendengarkan faedah sedekah, wanita itu lantas pergi ke masjid terdekat dari rumahnya dan bertanya pada penjaga masjid itu, “Maaf, Pak… kira-kira masjid ini butuh apa? Barangkali saya bisa bantu…” “Oh, kebetulan. Kami sedang melelang lantai keramik masjid. Semeternya 150 ribu…” Wanita itu menarik sejumlah uang dari sakunya, yang berjumlah 600ribu. Tanpa pikir panjang ia membeli empat meter persegi lantai tersebut,”Mudah-mudahan hajat saya terkabul…” harapnya.
Subhanallah… Allah menunjukkan keagungan-Nya. Minggu itu juga datang empat orang melamarnya! “Itulah sedekah!”
Ustad Yusuf menantang mata peserta,”Sulit akan menjadi mudah, berat menjadi ringan… asal kita sedekah!”
Sebuah kisah unik lainnya terjadi. Suatu hari, seorang wartawan mengajak Ustad Yusuf ke Semarang, hanya untuk berpose dengan sebuah mobil Mercedez New Eyes E 200 Compresor baru. Tak ada yang istimewa dengan mobil itu kecuali harganya yang mahal, sekitar 725 juta rupiah, dan… mobil itu milik seorang tukang bubur keliling!
Loh, bagaimana bisa seorang tukang bubur punya mercy? Bisa aja kalau Allah berkehendak. Tukang bubur itu tentunya tak pernah bermimpi bisa memiliki sebuah mobil Mercedez baru. Namun kepeduliannya kepada orang tua, justru membuatnya kejatuhan bulan.
Karena orang tuanya ingin naik haji, tukang bubur itu giat sedekah. Ia sengaja menyediakan kaleng kembalian satu lagi, khusus uang yang ia sedekahkan. Yang kemudian ia tabung di sebuah bank. Ketika tabungannya itu telah mencapai 5 juta, ia mendapatkan satu poin memperebutkan sebuah mobil mercy. Dan si tukang bubur itulah yang memenangkan hadiah mobil tersebut.
Karena tak mampu membayar pajaknya sebesar 25%, seorang ustad bernama Hasan, pemilik Unisula, membantunya. Maka, jadilah mobil itu milik tukang bubur.
Kisah terakhir, tentang hutang 100juta yang lunas hanya dengan sedekah 100 ribu rupiah. Orang ini mendengarkan ceramah seorang ustad yang mengatakan, kalau sedekah itu dapat membeli penyakit, dapat membayar hutang, dan dapat menyelesaikan masalah. Teringat hutangnya sejumlah 100 juta, ia menyedekahkan uang yang ada, sebesar 100 ribu.
Dalam hatinya ia berharap hutangnya dapat cepat lunas. “Dan… Allah mengabulkan doanya secepat kilat. Begitu pulang dari pengajian, saat menyebrang jalan, orang itu tertabrak mobil dan lunaslah hutangnya!” seru Ustad Yusuf berapi-api.
Semua peserta melongo kemudian tertawa. Hampir semua menebak orang itu meninggal, sehingga si pemilik piutang mengikhlaskan hutangnya.
“Nggak!” koreksi Ustad Yusuf cepat, “Dia cuma pingsan. Kebetulan yang nabrak orang kaya. Selain dibawa ke rumah sakit, dia juga melunasi hutangnya!”
Itulah… Allah punya cara tersendiri untuk menolong hamba-Nya. Selain memberikan materi tentang sedekah, Ustad muda berkulit putih ini juga memberikan masukan dan saran tentang bagaimana tampil yang baik di hadapan audience (baik di televisi ataupun di ruangan), di antaranya mengajarkan teknik memotong materi (untuk commercial break) yang baik, sehingga pemirsa televisi enggan mengganti saluran dan tetap menunggu sampai iklan berakhir, lalu cara melibatkan emosi audience, melibatkan orang sekitar acara (baik outsider, maupun insider), intonasi suara, melakukan atraksi menarik, dan sebagainya.
referensi : http://pembinaanpribadi.blogspot.com/2009/10/membeli-kesuksesan-dengan-sedekah-ust.html